SOLOK – Jasa Raharja Cabang Solok menggelar kegiatan sosialisasi keselamatan transportasi, safety campaign, dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang melibatkan perangkat Nagari Singkarak, Kamis 16 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Nagari Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Cabang Jasa Raharja Solok Piter, SE, MM bersama tim, Wali Nagari Singkarak, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Kepala UPT Samsat Solok, serta tenaga medis dari Rumah Sakit Tentara Solok dr. Sintya. Peserta terdiri dari perangkat nagari, unsur jorong, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), serta anggota Lembaga Kerapatan Adat Nagari.
Dalam pemaparannya, Piter menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan transportasi melalui program SIGAP di jalan, sekaligus membekali peserta dengan kemampuan dasar penanganan darurat melalui pelatihan PPGD.
Selain itu, sosialisasi juga difokuskan pada peningkatan kepatuhan masyarakat dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Dalam kesempatan tersebut turut disampaikan informasi mengenai program diskon pajak kendaraan bagi angkutan barang dan angkutan penumpang umum.
Program Gebyar Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak juga diperkenalkan sebagai bentuk motivasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan. Di sisi lain, peserta mendapatkan pemahaman terkait penggunaan aplikasi digital SIGNAL yang memudahkan pembayaran pajak kendaraan secara praktis dan transparan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah nagari, instansi terkait, dan Jasa Raharja dalam membangun budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat di jalan raya.
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat di tingkat nagari, diharapkan kesadaran kolektif terhadap keselamatan berlalu lintas, kepatuhan pajak kendaraan, serta kemampuan penanganan awal kecelakaan dapat meningkat, sehingga berdampak pada penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Sumatera Barat.
